Ada kabar hangat untuk Jawa Timur: ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi direncanakan dibuka secara fungsional saat mudik Lebaran 2026 untuk membantu perjalanan pemudik. Di balik pembangunan ini, ada sisi manusiawi yang terasa kuat—mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi soal pulang dengan lebih aman, lebih lancar, dan punya lebih banyak waktu bersama keluarga.
Dari sisi properti, akses jalan tol seperti ini juga membawa harapan besar. Konektivitas yang semakin baik biasanya membuat suatu kawasan lebih mudah dijangkau, lebih dilirik, dan punya potensi perkembangan yang lebih besar ke depan. Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat musim mudik, tetapi juga bisa menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan properti di Jawa Timur.
*Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia.*
Takut KPR Ditolak Cuma Gara-Gara BI Checking? Ternyata Bank Lihat 5 Hal Ini
Banyak orang takut mengajukan KPR karena merasa semuanya ditentukan oleh BI Checking. Padahal sekarang yang digunakan adalah SLIK OJK, dan itu pun bukan satu-satunya penilaian. Dalam analisa kredit, bank umumnya juga melihat prinsip 5C.
Apa saja 5C dalam analisa kredit?
1. Character
Bank melihat karakter dan rekam jejak calon debitur, termasuk riwayat pembayaran kewajiban sebelumnya.
2. Capacity
Bank menilai kemampuan bayar, yaitu apakah penghasilan kamu cukup untuk menanggung cicilan KPR secara sehat.
3. Capital
Bank juga melihat kondisi keuangan atau modal yang kamu miliki, misalnya tabungan, aset, dan kesiapan dana pribadi.
4. Collateral
Jaminan juga menjadi pertimbangan, termasuk properti yang dibiayai dan nilainya.
5. Condition
Bank mempertimbangkan kondisi ekonomi, pekerjaan, usaha, atau sektor yang memengaruhi kemampuan bayar ke depan.
Jadi, BI Checking bukan segalanya.
Follow Brighton Channel
Lebih baik rumah besar di pinggir kota, atau kecil tapi dekat kota?
Ini adalah dilema yang cukup sering dialami oleh banyak milenial dan Gen Z saat ingin membeli properti pertama. Di satu sisi, rumah yang lebih besar di pinggir kota terasa lebih puas dari segi ukuran, harga per meter, dan potensi ruang untuk keluarga.
Tapi di sisi lain, properti yang lebih kecil namun dekat kota biasanya menawarkan akses yang lebih praktis ke tempat kerja, fasilitas umum, pusat aktivitas, dan gaya hidup yang lebih dinamis.
Karena itu, pilihan terbaik sebenarnya bukan soal mana yang lebih keren, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan hidupmu hari ini dan beberapa tahun ke depan. Kalau mobilitas dan efisiensi waktu jadi prioritas, dekat kota bisa lebih masuk akal.
Tapi kalau kamu lebih fokus pada ruang, kenyamanan, dan budget yang lebih optimal, area pinggir kota bisa jadi pilihan yang tepat. Kalau kamu sendiri, lebih pilih yang mana?
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia
*Rumah Primary VS Secondary, mana lebih bagus?*
Membeli rumah primary dan rumah secondary sama-sama punya kelebihan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Rumah primary biasanya cocok untuk yang ingin bangunan baru dari developer, kondisi fresh, dan skema pembayaran yang kadang lebih fleksibel.
Sementara rumah secondary bisa cocok untuk yang mencari lokasi yang sudah jadi, lingkungan yang sudah terbentuk, dan unit yang siap dilihat kondisi nyatanya.
Karena itu, yang paling penting bukan sekadar memilih yang mana lebih bagus, tetapi mana yang lebih cocok untuk kamu — dari sisi budget, lokasi, tujuan beli, sampai kesiapan jangka panjang.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia yang singkat, relevan, dan mudah dipahami setiap hari.
💳 Sebelum Bank Menyetujui Pinjaman, Bank Akan Melihat Status Kredit Anda
Saat mengajukan pinjaman seperti KPR atau kredit lainnya, bank akan menganalisa riwayat pembayaran kredit Anda.
Riwayat ini disebut kolektibilitas kredit .
Berikut penjelasannya :
🟢 Collect 1 – Lancar
Pembayaran selalu tepat waktu.
🟡 Collect 2 – Dalam Perhatian Khusus
Telat bayar 1–90 hari.
🟠 Collect 3 – Kurang Lancar
Telat bayar 91–120 hari.
🔴 Collect 4 – Diragukan
Telat bayar 121–180 hari.
⚫ Collect 5 – Macet
Telat bayar lebih dari 180 hari.
💡 Tips:
Usahakan kredit tetap di Collect 1, karena mempengaruhi persetujuan pinjaman di bank.
Follow Brighton Channel – Info Properti ,Edukasi properti, KPR
RUMAH WARISAN tidak bisa DIJUAL ?
Banyak orang percaya begitu.
Padahal… itu hanya MITOS
Rumah warisan bisa dijual, asalkan status kepemilikannya sudah jelas.
Yang sering membuat proses terasa ribet sebenarnya bukan rumahnya, tetapi dokumen warisnya belum dibereskan.
Menurut ATR/BPN, tanah atau rumah warisan dapat dijual setelah sertipikat sudah tercatat atas nama para ahli waris.
📌 Dokumen yang perlu disiapkan:
* Surat kematian pewaris
* Surat keterangan waris
* KTP & KK para ahli waris
* Sertipikat asli properti
💡 Tips penting:
Selesaikan dulu proses legalitas warisnya.
Kalau dokumen sudah rapi, proses jual rumah biasanya jauh lebih lancar dan aman.
Tidak cuma nikah yang perlu akad, ternyata properti juga perlu AJB.
Dalam transaksi properti, AJB (Akta Jual Beli) adalah dokumen penting yang membuktikan bahwa jual beli benar-benar terjadi dan dibuat secara resmi oleh PPAT.
AJB juga menjadi dasar untuk proses balik nama sertipikat ke pemilik baru.
Jadi, AJB bukan sekadar formalitas. Fungsinya adalah memberi kejelasan hukum, memperkuat bukti transaksi, dan membantu memastikan proses kepemilikan bisa tercatat resmi.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk konten properti yang singkat dan mudah dipahami setiap hari.
Ada yang Lebih Mahal dari Biaya Beli Properti
Banyak orang bilang harga rumah mahal. Itu benar. Tapi yang sering tidak disadari, kebiasaan menunda justru bisa membuat harga itu terasa semakin tidak terjangkau.
Dalam properti, penundaan juga biaya. Semakin lama menunggu, semakin besar kemungkinan harga naik, pilihan berkurang, dan peluang terbaik lewat begitu saja. Kadang yang membuat properti terasa makin jauh bukan hanya harganya, tapi karena terlalu lama ditunda.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia yang singkat, relevan, dan mudah dipahami setiap hari.
Kamu Boleh Menunda Beli Properti.
Hanya jika konsekuensi ini bisa kamu terima.
1. Properti yang dibeli bisa semakin jauh dari pusat kota
Harga tanah di area strategis cenderung terus naik. Akibatnya, dengan budget yang sama, pilihan properti yang dulu masih bisa didapat di lokasi yang cukup dekat kota, ke depannya bisa bergeser ke area pinggiran.
2. Properti yang dibeli semakin tinggi keatas
Harga properti yang terus naik, jika tetap ingin mendapatkan lokasi yang baik, pilihan properti menjadi terbatas. Alhasil, di beberapa area strategis, rumah tapak semakin sulit dijangkau dan pilihan yang realistis akhirnya hanya apartemen, bukan properti dengan tanah.
3. Properti yang dibeli bisa semakin kecil ukurannya
Karena harga tanah terus meningkat, developer dan pasar menyesuaikan produk dengan ukuran yang lebih kecil agar tetap masuk ke budget pembeli. Jadi, dengan budget yang sama, luas properti yang didapat di masa depan menjadi lebih kecil dibanding hari ini.
Itulah sebabnya membeli properti bukan hanya soal “siap sekarang atau belum”, tetapi juga soal menjaga kesempatan mendapatkan lokasi, harga, dan ukuran yang masih masuk akal.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update informasi properti Indonesia setiap hari.
Biaya yang Perlu Disiapkan Saat Menjual Rumah
Banyak orang mengira saat menjual rumah akan menerima harga jual secara penuh. Padahal ada beberapa biaya yang perlu diperhitungkan.
1️⃣ Komisi Agen Properti
Biasanya sekitar 2–5% dari harga jual
2️⃣ Pajak Penjualan (PPh)
Sebesar 2,5% dari nilai transaksi / nilai validasi pemerintah daerah.
3️⃣ Biaya Akta Jual Beli (AJB)
Sekitar 0,5% dari nilai transaksi.
4️⃣ Biaya Administrasi & Notaris
Meliputi beberapa proses seperti:
* IJB / Kuasa Jual (jika diperlukan)
* Checking sertifikat
* Validasi pajak
* Pengurusan dokumen lainnya
5️⃣ Biaya Tambahan Tertentu (Jika Ada)
Contohnya:
* Roya (jika sertifikat pernah dijaminkan ke bank)
* NIB (Nomor Induk Bidang Tanah)
* Biaya pengalihan developer jika properti masih atas nama developer.
💡 Tips:
Sebelum menjual rumah, bisa menghubungi agen Brighton untuk membantu Anda
🏡 Membeli rumah bukan hanya soal harga rumahnya.
Dalam proses transaksi properti, ada beberapa komponen biaya yang perlu dipersiapkan oleh pembeli seperti pajak pembelian, biaya notaris, proses balik nama, dan biaya bank jika menggunakan KPR.
Dengan memahami komponen biaya sejak awal, proses membeli rumah bisa berjalan lebih lancar dan terencana.
✨ Ikuti Brighton Channel untuk tips dan edukasi properti lainnya.
Aset yang Baik Bekerja untuk Anda
Banyak orang bekerja setiap hari untuk mendapatkan penghasilan.
Namun orang yang memahami investasi mulai membangun aset yang juga bekerja untuk mereka.
Salah satu aset yang memiliki potensi seperti itu adalah properti.
Properti dapat menghasilkan:
* Income dari sewa
* Potensi kenaikan nilai aset
* Cashflow jangka panjang
Artinya, ketika aset yang tepat dimiliki,
penghasilan tidak hanya datang dari kerja kita,
tetapi juga dari aset yang kita bangun.
Mulailah berpikir bukan hanya bekerja untuk uang,
tetapi juga membangun aset yang menghasilkan dengan investasi properti yang tepat.
🏠 Rumah Warisan Tanpa Surat Wasiat
Jika seseorang meninggal dunia tanpa meninggalkan surat wasiat, pembagian harta warisan biasanya mengikuti ketentuan hukum waris yang berlaku di Indonesia.
Ada beberapa sistem hukum waris :
* Hukum Waris Perdata (KUHPerdata)
* Hukum Waris Islam
* Hukum Waris Adat
Untuk properti seperti rumah atau tanah, biasanya perlu dibuat Surat Keterangan Waris yang menjelaskan siapa saja ahli waris yang berhak.
Dokumen ini penting agar:
✔ Status ahli waris jelas
✔ Proses balik nama dapat dilakukan
✔ Transaksi properti dapat berjalan secara legal
Memahami proses ini sejak awal dapat membantu menghindari konflik dan memperlancar transaksi properti
🏠 Rumah Warisan Bisa Langsung Dijual?
Banyak yang mengira rumah warisan bisa langsung dijual begitu saja.
Namun dalam praktiknya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Jika pemilik sudah meninggal dan sertifikat masih atas nama beliau, biasanya perlu dilakukan proses penetapan ahli waris dan balik nama sertifikat kepada ahli waris terlebih dahulu, sebelum transaksi jual beli dapat dilakukan secara resmi di hadapan notaris / PPAT.
Hal ini penting agar status kepemilikan jelas secara hukum, sehingga proses penjualan dapat berjalan aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
💡 Tips Properti:
Sebelum menjual rumah warisan, pastikan:
✔ Status ahli waris sudah jelas
✔ Ada persetujuan dari semua ahli waris
✔ Dokumen waris sudah lengkap
Ikuti Brighton Channel untuk berbagai edukasi seputar dunia properti.
Apa Itu PPJB Saat Membeli Properti dari Developer?
PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)
adalah perjanjian hukum antara pembeli dan developer sebagai pengikat transaksi sebelum dilakukan AJB ( Akta Jual Beli ).
🧭 Kenapa Harus PPJB?
Karena pada tahap awal:
✅ Bangunan masih dalam pembangunan
✅ Sertifikat belum siap di-AJB-kan
✅ Pemecahan SHM/Strata masih proses
✅ Unit belum bisa balik nama
Maka transaksi diikat terlebih dahulu melalui PPJB.
📌 Isi Penting Dalam PPJB
Biasanya mencakup:
✔ Identitas pembeli & developer
✔ Detail unit properti
✔ Harga & metode pembayaran
✔ Jadwal pembangunan
✔ Waktu serah terima
✔ Denda & kewajiban kedua pihak
✔ Ketentuan pembatalan
⚠️ PPJB Itu Bukan Sertifikat
Banyak pembeli salah paham.
PPJB ≠ Sertifikat Kepemilikan. PPJB adalah:
✅ Dokumen legal kuat
✅ Dasar pengajuan KPR
✅ Bukti unit tidak bisa dijual ke pihak lain
Masih sering dengar istilah IMB?
Sejak 2021, IMB resmi diganti menjadi PBG
(Persetujuan Bangunan Gedung).
Perbedaannya:
* IMB = izin sebelum membangun
* PBG = persetujuan teknis sesuai tata ruang & standar bangunan
Sekarang sistemnya lebih terstruktur dan berbasis standar teknis.
SHM vs SHGB — Apa Bedanya?
Dalam properti, detail kecil bisa berdampak besar.
SHM adalah hak milik penuh tanpa batas waktu.
SHGB adalah hak guna bangunan dengan jangka waktu tertentu.
Keduanya legal.
Namun kekuatan dan jangka waktunya berbeda.
Sebelum memutuskan membeli, pastikan Anda memahami jenis sertifikatnya.
#BrightonRealEstate #EdukasiProperti