KLIK DISINI DETAIL RUMAH
Berikut beberapa artikel pengetahuan tentang properti yang dicuplik dari WA Channel Brighton
SERING TERTUKAR: SHM vs GIRIK 👀
Sama-sama terkait tanah, tapi status hukumnya beda
👉 SHM (Sertifikat Hak Milik)
Bukti kepemilikan paling kuat
Terdaftar resmi di BPN
Lebih aman untuk transaksi & pengajuan KPR
👉 Girik
Bukti penguasaan / pembayaran pajak tanah
Belum tentu sertifikat hak milik
Biasanya perlu proses legal tambahan untuk sertifikasi
💡 Ringkasnya begini
SHM → hak milik resmi & kuat secara hukum
Girik → bukti administrasi/penguasaan, bukan sertifikat kepemilikan penuh
📌 Contoh sederhana:
🏠 Tanah SHM
👉 Lebih mudah dijual, dibalik nama, atau diajukan KPR
🌱 Tanah Girik
👉 Bisa lebih murah, tapi perlu cek legalitas ekstra
⚠️ Perlu diingat:
Sebelum beli tanah/properti, pastikan:
✅ Status legalitas jelas
✅ Tidak dalam sengketa
✅ Dokumen lengkap & bisa diverifikasi
💡 Harga lebih murah memang menarik, tapi legalitas tetap harus jadi prioritas. Jadi pastikan selalu bertransaksi properti dengan agen yang legal dan terpercaya 😉
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏦 KPR LUNAS… TAPI SURAT ROYA BELUM DIURUS? 😮
Banyak yang pikir setelah cicilan lunas, urusan rumah otomatis selesai
Padahal masih ada proses penting yang sering terlupakan: ROYA
Kenapa penting?
✅ Status jaminan bank di sertipikat dicoret
✅ Properti jadi lebih aman secara legal
✅ Mempermudah proses jual beli di kemudian hari
📌 Faktanya:
Sertifikat yang belum roya masih tercatat memiliki hak tanggungan. Karena itu banyak owner baru sadar pentingnya roya saat ingin menjual atau mengurus properti kembali
💡 Jadi jangan cuma fokus melunasi KPR, pastikan juga legalitas properti Anda benar-benar “bersih” 😉
Pastikan Anda menggunakan agen properti & tim yang memahami proses legal properti dengan baik
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
📑 KPR LUNAS, KENAPA SERTIFIKAT “DIKUNCI”?🔒
Banyak orang pikir setelah cicilan selesai, semua urusan rumah otomatis beres. Padahal biasanya masih ada proses seperti:
✅ Roya / penghapusan hak tanggungan
✅ Pencoretan catatan bank di sertipikat
✅ Pengambilan & pengecekan dokumen asli
📌 Faktanya:
Banyak owner baru sadar pentingnya proses ini saat rumah mau dijual, diwariskan, atau diagunkan kembali. Karena secara administrasi, properti bisa saja masih tercatat memiliki hak tanggungan dari bank 👀
💡 Jadi setelah KPR lunas, pastikan juga legalitas & dokumen properti benar-benar lengkap dan aman 😉
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
📑 KENAPA ADA RUMAH YANG TIDAK BISA LANGSUNG DIBALIK NAMA?
Padahal rumah sudah deal & pembayaran sudah selesai 👀 ternyata proses balik nama tidak selalu bisa langsung dilakukan
Biasanya karena faktor ini:
✅ Dokumen belum lengkap
✅ Status waris belum clear
✅ Pajak & administrasi belum dibereskan
✅ Data sertipikat masih perlu sinkronisasi
📌 Faktanya:
Banyak transaksi properti tertahan bukan karena pembelinya, tapi karena legalitas & administrasi yang belum siap
💡 Karena itu penting memastikan dokumen & legalitas properti benar-benar rapi sejak awal, supaya proses transaksi lebih aman dan lancar 😉
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏡 KENAPA INFRASTRUKTUR & AKSESIBILITAS PENTING SAAT BELI PROPERTI? 🚆🛣️
Banyak orang terlalu fokus ke bangunan, padahal akses & perkembangan area juga sangat menentukan 👀
Cek ini dulu sebelum beli:
✅ Dekat akses tol / transportasi umum
✅ Infrastruktur sekitar terus berkembang
✅ Akses ke sekolah, rumah sakit & pusat belanja mudah
✅ Mobilitas harian nyaman & efisien
📌 Faktanya:
Properti di area dengan akses & infrastruktur baik cenderung lebih diminati dan punya potensi kenaikan nilai lebih tinggi 📈
Bahkan beberapa kawasan di sekitar MRT & jalan tol mengalami kenaikan nilai properti cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir
💡 Jadi jangan cuma lihat rumahnya…
lihat juga perkembangan kawasan di sekitarnya 😉
Karena lokasi yang tepat hari ini,
bisa jadi aset berharga di masa depan 🏡✨
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏡 KENAPA BANYAK INVESTOR PILIH PROPERTI UNTUK HEDGING? 👀
Hedging adalah strategi untuk menjaga nilai aset agar tidak mudah tergerus inflasi atau kondisi ekonomi. Karena itu, banyak investor memilih properti sebagai salah satu instrumen hedging jangka panjang 😉
Kenapa begitu?
✅ Nilai properti cenderung naik dalam jangka panjang
✅ Bisa menghasilkan cashflow dari sewa
✅ Dianggap lebih “nyata” & mudah dipahami
✅ Sering dipakai untuk menjaga nilai kekayaan 👀
📌 Contoh sederhana:
Seorang investor membeli rumah di area berkembang tahun 2018 🏡
Selain harga propertinya naik dalam beberapa tahun, rumah tersebut juga menghasilkan pemasukan bulanan dari penyewaan 😯
Jadi bukan hanya berharap kenaikan harga, tapi juga menjaga nilai aset sambil tetap produktif. Itulah kenapa pemilihan lokasi, timing dan agent properti yang tepat sangat berpengaruh dalam strategi investasi properti
📊 Faktanya:
Banyak investor melakukan diversifikasi aset dan properti sering menjadi pilihan karena memiliki nilai penggunaan sekaligus nilai investasi 👌
💡 Dalam investasi, tujuan utamanya bukan cuma mencari untung cepat tapi juga menjaga nilai aset tetap kuat di masa depan
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏡 RUMAH BAGUS BELUM TENTU RIWAYATNYA “BERSIH”? 👀
Banyak buyer fokus ke lokasi, desain, dan harga - padahal ada satu hal penting yang sering lupa dicek: riwayat properti
Contohnya:
✅ Pernah diagunkan ke bank atau belum
✅ Ada sengketa keluarga / waris atau tidak
✅ Pernah over kredit / jual beli berulang
✅ Status legalitas & data sertipikat sinkron atau tidak
📌 Faktanya:
Tidak sedikit masalah properti baru muncul saat proses balik nama, pengajuan KPR, atau saat rumah mau dijual kembali 😥
Contoh sederhana: 🏠 Rumah terlihat aman & SHM, tapi ternyata masih ada hak tanggungan lama yang belum diroya. Atau rumah sudah ditempati lama tapi riwayat warisnya belum benar-benar clear
💡 Karena dalam properti, yang penting bukan cuma kondisi rumahnya, tapi juga seberapa aman riwayat & legalitasnya untuk jangka panjang 😉
Itulah kenapa proses pengecekan properti sangat penting sebelum transaksi dilakukan
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏙️ KENAPA AREA YANG DULUNYA SEPI… SEKARANG HARGANYA MELONJAK? 👀
Banyak orang baru sadar setelah kawasannya ramai & harga sudah naik, padahal kalau jeli biasanya ada tanda-tanda yang sudah terlihat sejak awal
Contohnya:
✅ Infrastruktur mulai dibangun
✅ Jalan & akses makin terbuka
✅ Developer besar mulai masuk
✅ Kawasan komersial mulai tumbuh
✅ Mobilitas masyarakat meningkat
📌 Contoh sederhana:
Dulu banyak area pinggiran dianggap “kejauhan” 😥
Tapi setelah ada tol, transportasi, dan pusat bisnis baru… harga propertinya ikut terdorong naik
📊 Faktanya:
Dalam properti, perkembangan kawasan sering punya pengaruh besar terhadap kenaikan nilai aset jangka panjang
Karena itu banyak investor properti lebih fokus mencari area yang “akan berkembang”, bukan yang sudah terlalu mahal
💡 Jadi kadang nilai properti bukan cuma ditentukan rumahnya, tapi juga arah perkembangan kawasannya 😉 Itulah kenapa insight market & agent properti yang memahami perkembangan area bisa menjadi pembeda besar dalam memilih properti
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🚨 KOK ADA RUMAH YANG TIDAK BISA LANGSUNG BALIK NAMA?
Jangan berasumsi setelah deal & pembayaran selesai, proses properti pasti langsung aman
Karena di lapangan, ada transaksi yang tertahan karena:
✅ Dokumen pemilik lama belum lengkap
✅ Masih ada proses waris yang belum clear
✅ Data sertipikat belum sinkron
✅ Ada hak tanggungan atau catatan tertentu
✅ Pajak & administrasi belum dibereskan
📌 Contoh sederhana:
Buyer sudah cocok dengan rumah & harga 🏡
Tapi saat masuk proses balik nama baru diketahui ada dokumen yang masih kurang
Akibatnya?
⏳ Proses jadi lebih lama
💸 Biaya tambahan bisa muncul
😮 Buyer & seller sama-sama panik
📊 Faktanya:
Legalitas & kelengkapan dokumen tetap menjadi bagian penting sampai proses balik nama benar-benar selesai 👌
Karena itu banyak buyer & seller sekarang mulai lebih aware untuk cek legalitas sejak awal, bukan di akhir 😉
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏙️ KENAPA AREA DEKAT TOL & AKSES BARU SERING CEPAT NAIK? 👀
Banyak investor terlambat sadar setelah harga propertinya melonjak, sebetulnya kenaikan itu sudah mulai terlihat sejak pembangunan akses & infrastruktur dimulai
Kenapa bisa begitu penting sih?
✅ Mobilitas jadi lebih cepat
✅ Waktu tempuh lebih efisien
✅ Kawasan lebih mudah dijangkau
✅ Aktivitas bisnis & komersial ikut tumbuh
✅ Buyer & investor mulai melirik area tersebut
📌 Contoh sederhana:
Dulu suatu kawasan dianggap terlalu jauh 😥
Tapi setelah ada tol baru atau akses utama, perjalanan jadi jauh lebih singkat & kawasan mulai ramai
Akibatnya?
🏡 Permintaan properti meningkat
📈 Harga tanah & rumah ikut terdorong naik
📊 Faktanya:
Dalam properti, aksesibilitas sering menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi nilai kawasan jangka panjang 😉
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
⚠️ KENAPA SERTIPIKAT GANDA BISA JADI BAHAYA? 👀
Perlu dicatat! Ini beberapa risiko besar kalau properti ternyata punya sertipikat ganda:
❌ Potensi sengketa kepemilikan
❌ Proses jual-beli bisa tertunda
❌ Risiko transaksi dibatalkan
❌ Nilai properti bisa turun
❌ Bisa berujung proses hukum panjang
📌 Contoh sederhana:
Kamu sudah deal beli sebidang tanah dan transaksi hampir selesai 🏡 tapi saat proses pengecekan, ternyata ada dokumen lain atas objek yang sama
Akibatnya?
😮 Transaksi bisa langsung bermasalah
📉 Buyer kehilangan rasa aman
⏳ Proses penyelesaian bisa makan waktu lama
📊 Faktanya:
Kasus sertipikat ganda umumnya terjadi karena kesalahan administrasi, data pertanahan yang belum sinkron, atau proses legalitas yang tidak dicek secara detail sejak awal.
Karena itu sebelum membeli properti, penting banget untuk melakukan pengecekan legalitas secara menyeluruh. Mulai dari verifikasi keaslian sertipikat, cek riwayat kepemilikan, hingga memastikan data di kantor pertanahan sesuai dengan kondisi fisik di lapangan
Jangan sampai tergiur harga menarik tapi justru terjebak masalah legal di kemudian hari ⚠️
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏡 KENAPA BANYAK ORANG MENYESAL TUNDA BELI RUMAH? 😥
Banyak yang bilang:
“Nanti aja kalau harga turun…” 👀
Tapi yang sering terjadi justru:
📈 Harga rumah naik
📈 Cicilan makin tinggi
📈 Pilihan makin terbatas
Pastikan ini:
✅ Properti cenderung naik dalam jangka panjang
✅ Kenaikan harga sering lebih cepat dari kenaikan gaji
✅ Rumah yang dulu terasa mahal, beberapa tahun kemudian justru terlihat murah 😮
⚠️ Tapi bukan berarti harus panik tanpa perhitungan. Pastikan tetap sesuai kemampuan & tujuan Anda, serta konsultasikan dengan partner yang tepat.
💡 Banyak orang bukan menyesal karena beli rumah… tapi karena terlalu lama menunggu untuk mulai
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🚨 KENAPA PERLU HATI-HATI DALAM PERJANJIAN SEWA DENGAN HAK GUNA BANGUNAN?
Hak Guna Bangunan (HGB) memang sering jadi solusi dalam transaksi properti, terutama untuk sewa jangka panjang. Tapi kalau detail perjanjiannya tidak diperhatikan, justru bisa menimbulkan masalah di kemudian hari
Perlu dicermati beberapa hal penting seperti:
❌ Durasi hak sewa yang tidak jelas
❌ Ketentuan perpanjangan yang ambigu
❌ Status legal tanah yang belum dipastikan
❌ Hak dan kewajiban para pihak yang tidak tertulis detail
❌ Risiko sengketa saat masa berlaku HGB berakhir
📌 Contoh sederhananya:
Seseorang menyewa properti di atas lahan HGB tanpa memahami masa berlaku sertifikatnya 🏢
Awalnya terlihat aman karena dokumen lengkap, namun saat masa HGB mendekati habis, muncul ketidakjelasan soal perpanjangan dan penggunaan aset.
Akibatnya?
😮 Potensi konflik antara pihak penyewa dan pemegang hak
📉 Nilai investasi bisa terdampak
⏳ Proses penyelesaian bisa memakan waktu panjang
📊 Faktanya:
Dalam transaksi properti, pemahaman terhadap status HGB sangat penting karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum dan keamanan investasi.
Karena itu sebelum menandatangani perjanjian sewa berbasis HGB, pastikan seluruh klausul, jangka waktu, dan status legalnya sudah diperiksa secara detail 👌
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
📜 SHM SUDAH PALING AMAN? BELUM TENTU
Banyak yang berpikir dan merasa tenang saat dengar kata SHM (Sertipikat Hak Milik). Padahal, status SHM bukan berarti otomatis tanpa risiko
Tetap pastikan cek hal-hal ini;
✅ Keaslian & kesesuaian data sertipikat
✅ Ada sengketa atau tidak
✅ Status blokir / hak tanggungan
✅ Kesesuaian lokasi & riwayat properti
📌 Faktanya:
Masih ada kasus properti bermasalah meskipun statusnya SHM dan masalah sering muncul dari detail legalitas yang tidak dicek sejak awal
💡 Jadi dalam properti, bukan cuma soal “sudah SHM” tapi juga seberapa clean & aman legalitasnya secara menyeluruh
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
ZONASI LAHAN, APA PENTINGNYA??
Hmapir semua pembeli properti terfokus pada harga, lokasi dan bentuk properti tapi kadang lupa cek zonasi lahannya. Padahal zonasi bisa sangat menentukan apakah properti tersebut benar-benar sesuai dengan tujuanmu atau justru berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari.
Perlu dipahami, ini beberapa risiko kalau beli properti tanpa cek zonasi:
❌ Tidak bisa digunakan sesuai rencana
❌ Sulit mengurus izin pembangunan
❌ Berpotensi melanggar aturan tata ruang
❌ Nilai investasi bisa terhambat
❌ Bisa memicu masalah legal di masa depan
📌 Contohnya:
Sudah beli tanah dengan niat bangun ruko atau usaha 🏢
Ternyata setelah dicek, area tersebut masuk zona hunian yang punya batasan penggunaan
Akibatnya?
😮 Rencana pembangunan tertunda
📉 Potensi keuntungan berkurang
⏳ Harus urus penyesuaian yang memakan waktu dan biaya tambahan
📊 Faktanya:
Zonasi lahan merupakan bagian penting dalam regulasi tata ruang yang menentukan fungsi dan pemanfaatan suatu area.
Karena itu sebelum membeli tanah atau properti, pastikan status zonasinya sudah dicek dengan jelas agar sesuai dengan kebutuhan dan rencana investasimu 👌
👉 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🏡📈 “Market lagi lesu, sekarang waktu yang tepat beli properti?”
Banyak orang justru menunda beli properti saat market melambat.
Padahal beberapa investor melihat kondisi ini sebagai momentum mencari aset dengan harga yang masih kompetitif.
📊 Data Bank Indonesia menunjukkan:
Indeks Harga Properti Residensial Indonesia tetap tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir:
* 2021 → +1,47%
* 2022 → +2,00%
* 2023 → +1,74%
Artinya, meskipun market bergerak naik turun, tren harga properti jangka panjang tetap cenderung bertumbuh.
Karena dalam properti,
yang sering membuat orang tertinggal bukan harga yang mahal…
tetapi terlambat membaca peluang. 🚀
✅ Follow Brighton Channel | Info Properti untuk Insight Berikutnya!
🏘️📊 “Kenapa Area Dekat Infrastruktur Baru Cepat Dilirik Investor?”
Banyak kawasan yang dulu dianggap biasa saja…
mulai mengalami kenaikan harga setelah akses dan infrastrukturnya berkembang.
Mulai dari:
🚗 jalan tol
🚆 transportasi umum
🏢 pusat bisnis
🛍️ area komersial baru
📈 Faktanya:
Kawasan dengan akses yang semakin mudah biasanya mengalami peningkatan demand lebih cepat dibanding area yang sulit dijangkau.
Karena dalam properti,
akses bukan cuma mempermudah perjalanan…
tetapi juga meningkatkan nilai sebuah kawasan. 🚀
📲 Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight berikutnya!
SERING DENGAR ISTILAH BPHTB SAAT TRANSAKSI PROPERTI?👀
BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) adalah pajak yang wajib dibayar saat kamu memperoleh properti🏡
FAQ:
1. Siapa yang bayar?
👉Pembeli
2. Kapan dibayar?
👉 Sebelum tanda tangan AJB (Akta Jual Beli) di notaris/PPAT
3. Cara hitungnya gimana?
👉 5% × (Nilai perolehan – NPOPTKP)
(Nilai perolehan = harga transaksi atau NJOP, mana yang lebih tinggi)
⚠️ Tanpa bayar BPHTB, proses jual beli properti Anda dapat tertunda! Jadi, pastikan sudah siapin dari awal ya 😉
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk updates & tips properti lainnya!
KPR SUDAH LUNAS?
Jangan lupa urus ROYA!✍️
Banyak yang kira setelah KPR lunas, semua urusan selesai. Padahal, masih ada satu langkah penting yang sering terlewat: ROYA
💡 Apa itu Roya?
Proses penghapusan catatan hak tanggungan (jaminan bank) di sertifikat rumah Anda. Artinya, rumah sudah 100% milik Anda tanpa beban utang.
✨ Tips cara urus ROYA:
1. Minta surat pelunasan & surat roya/pengantar dari bank
2. Siapkan dokumen penting (sertifikat asli, KTP, dll)
3. Ajukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional)
4. Bayar biaya permohonan
5. Tunggu proses verifikasi ± 5 hari kerja
📌 Simple, tapi krusial!
Jangan sampai rumah sudah lunas, tapi statusnya masih “nyangkut” di bank ya😉
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk updates & info properti lainnya!
RUMAH DEKAT SUTET: HEMAT ATAU BAHAYA?⚡️👀
SUTET atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi adalah jaringan listrik bertegangan tinggi yang disalurkan lewat tower besar untuk distribusi listrik jarak jauh.
Tinggal dekat jalur SUTET memang sering jadi dilema di dunia properti 🤔
💡 Faktanya:
- Harga bisa lebih murah hingga 10–30%
- Legal & bisa dihuni (selama sesuai aturan)
- Ada kekhawatiran bahaya kesehatan akibat paparan Medan Elektromagnetik
Jarak aman dari SUTET minimal >20 meter dari jalur kabel. Semakin jauh, semakin baik untuk kenyamanan & keamanan
Jadi, punya rumah dekat Sutet ini bukan soal boleh atau tidak, tapi juga harus tau dan pertimbangkan resikonya👀✅
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk updates & info properti lainnya!
Semua orang cari jalan strategis, tapi kenapa rumah di jalan buntu justru lebih mahal?🤔💭
Pernah dengar rumah cul-de-sac (kuldesak)? Istilah untuk rumah yang berada di ujung jalan buntu, bukan jalan tembus. Sekilas terlihat biasa… tapi ternyata punya nilai tersendiri
✔️ Kelebihan:
* Lebih tenang & minim lalu lintas
* Lebih aman untuk anak-anak
* Privasi & eksklusivitas lebih tinggi
⚠️ Kekurangan:
* Akses terbatas (bukan jalan utama)
* Kurang cocok untuk usaha/bisnis
* Nilai jual kembali tergantung target market
🔥 Fun Fact:
Di banyak kawasan premium, posisi kuldesak justru jadi incaran karena lebih tenang & eksklusif. Dalam kondisi ideal, harganya bisa lebih tinggi 10–20%+ dibanding posisi biasa. Jadi… ini bukan sekadar posisi, tapi soal gaya hidup.
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk updates properti terkini!
SERING TERTUKAR: NJOPTKP vs NPOPTKP 👀
Istilahnya mirip… tapi fungsinya beda
👉 NJOPTKP
Digunakan untuk PBB (pajak tahunan)
Artinya: ada bagian nilai properti yang tidak kena pajak setiap tahun
👉 NPOPTKP
Digunakan untuk BPHTB (saat transaksi)
Artinya: ada pengurang sebelum pajak dihitung saat beli properti
Jadi:
NJOPTKP → pajak tahunan
NPOPTKP → pajak transaksi
Nilainya ditentukan oleh masing-masing daerah, jadi bisa berbeda di setiap kota
Contoh sederhana:
🏠 NJOP rumah: Rp500 juta
NJOPTKP: Rp15 juta
👉 PBB dihitung dari Rp485 juta
🏡 Harga beli rumah: Rp1 Miliar
NPOPTKP: Rp60 juta
👉 BPHTB dihitung dari Rp940 juta
Penting paham perbedaannya, supaya tidak salah hitung biaya ya!😉
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk tips properti lainnya!
SERUPA TAPI TAK SAMA, PECAH vs PISAH SERTIFIKAT
Ternyata ini bedanya!
Pecah Sertifikat Tanah
👉 Membagi 1 bidang tanah menjadi beberapa bagian sekaligus.
Contoh:
Sebidang tanah 1.000 m², lalu dibagi jadi 4 bagian. Dari yang awalnya 1 sertifikat, berubah jadi 4 sertifikat baru. Yang lama? Sudah tidak aktif. Biasanya dilakukan saat: tanah mau dibagi rata / diwariskan
Pisah Sertifikat Tanah
👉Berbeda dengan pecah, pisah sertifikat hanya mengambil sebagian dari tanah, bukan semuanya.
Contoh:
Dari tanah 1.000 m², Anda hanya ingin memisahkan 100 m². Bagian 100 m² akan memiliki sertifikat baru, sedangkan sertifikat lama tetap ada, hanya luasnya berkurang (menjadi 900 m²).
Sekarang, sudah lebih paham kan? Jangan sampai tertukar penggunaan istilahnya ya😉
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk tips properti lainnya!
PERNAH DENGAR SERTIFIKAT TANAH GANDA?😳
Bayangkan…
Sudah beli properti, sudah bayar lunas, tiba-tiba muncul sertifikat lain di atas tanah yang sama
⚖️ Secara hukum, berdasarkan Yurisprudensi MA No. 5/Yur/Pdt/2018,
jika ada dua sertifikat yang sama-sama resmi, biasanya
yang terbit lebih dulu dianggap memiliki kekuatan hukum lebih kuat✅
Cara Cek Sertifikat Tanah Ganda:
Buka situs atrbpn.go.id> pilih menu Publikasi > kllik Layanan> pilih Pengecekan Berkas> isi data yang diminta
Jika Anda menemukan adanya sertifikat ganda, lakukan pengaduan segera ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional).
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
APA ITU HUNIAN TOD? 🚆
Hunian TOD (Transit Oriented Development) adalah istilah untuk hunian yang dibangun dekat dengan akses transportasi umum, seperti MRT, LRT, KRL, atau halte busway.
Artinya, dari rumah cukup jalan kaki sudah bisa langsung terhubung ke berbagai area kota. Idaman siapa nih?😍
Tinggal di Hunian TOD, kita bisa jadi:
* Lebih hemat waktu & biaya transport
* Mobilitas lebih praktis untuk aktivitas harian
* Tidak terlalu bergantung pada kendaraan pribadi
Karena sekarang apalagi di kota-kota besar, orang tidak hanya cari rumah, tapi juga kemudahan akses & gaya hidup praktis!
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya
Sertifikat Lama, Ditemukan Lagi
Masih Sah atau Tidak? 🤔💭
Penerbitan Sertifikat Pengganti diatur dalam PP No.24 Tahun 1997 untuk sertifikat yang hilang/rusak, masih menggunakan blangko lama dan tidak diserahkan saat lelang eksekusi yang hanya dapat di ajukan oleh pemegang hak di buku tanah / pihak sah (akta PPAT / dokumen resmi).
Jika sertifikat lama tiba-tiba ditemukan, sertifikat lama tidak dapat digunakan kembali dan pemilik wajib menyerahkan ke Kantor Pertanahan untuk ditahan atau dimusnahkan agar tidak disalahgunakan.
Selama prosedur sesuai aturan, sertifikat pengganti tetap sah (diakui) dan dapat digunakan untuk transaksi.✅
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
MAU BELI PROPERTI? INI PILIHAN CARA BAYARNYA! 🏡
Sebelum beli properti, penting banget untuk tahu skema pembayarannya. Jangan sampai salah langkah hanya karena ikut-ikutan ya😉
🏡 1. Cash Keras (Hard Cash)
Bayar langsung lunas di awal.
✔️ Biasanya bisa dapat harga lebih kompetitif
✔️ Proses cepat & minim ribet
🏡 2. Cash Bertahap (In-House)
Bayar ke developer secara cicilan tanpa bank.
✔️ Tanpa BI Checking
✔️ Tenor fleksibel (umumnya lebih pendek)
🏡 3. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
Pembayaran dibantu oleh bank (dengan pengajuan dari nasabah)
✔️ Cicilan jangka panjang (hingga 20–25 tahun tergantung program Bank)
✔️ Terasa lebih ringan di awal
✨ Tips:
Saat ingin membeli properti, pilih skema sesuai kondisi finansial, karena beli properti bukan soal cepat tapi soal tepat & aman dalam jangka panjang!
Follow Brighton Channel | Info Properti untuk insight properti lainnya!
🚨HATI-HATI Jangan Skip Cek Pajak Sebelum Deal Properti!
Kelihatannya sepele, tapi bisa jadi masalah besar🫣
❌ PBB nunggak → bisa jadi beban pembeli
❌ Denda menumpuk → bayar lebih mahal
❌ Proses balik nama tertahan
❌ Data tidak sinkron → rawan masalah legal
❌ Potensi sengketa ke depan
Wajib dicek sebelum deal:
* SPPT PBB terbaru
* Bukti pembayaran (min. beberapa tahun terakhir)
* Kesesuaian data dengan sertifikat
Tips: Pastikan semua pajak dilunasi oleh penjual sebelum transaksi
👉 Ingat: deal properti itu bukan cuma soal harga, tapi juga keamanan!
Follow Brighton Channel: Info Properti untuk updates & edukasi properti terkini!
Properti Murah Selalu Kesempatan? Atau Malah Harus Was-Was?
🤑Harga murah memang bisa jadi peluang, tapi tidak selalu otomatis berarti untung. Dalam properti, harga yang jauh di bawah pasaran justru perlu dicek lebih teliti. Bisa jadi ada faktor tertentu di baliknya, seperti legalitas yang belum beres, lokasi yang kurang ideal, akses yang sulit, kondisi bangunan yang butuh banyak perbaikan, atau masalah lain yang tidak langsung terlihat.
✅Jadi, properti murah bisa saja jadi kesempatan bagus kalau semua dasarnya aman dan jelas. Tapi kalau hanya tergiur harga tanpa cek dokumen, kondisi, dan potensi risikonya, justru bisa berubah jadi beban di belakang. Artinya, dalam properti, murah itu menarik — tapi tetap harus kritis.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
Beli atau sewa, mana lebih bijaksana?
Jawabannya tidak sama untuk semua orang. Sewa bisa lebih bijaksana kalau kamu masih butuh fleksibilitas, belum ingin terikat cicilan jangka panjang, atau masih sering berpindah lokasi karena pekerjaan dan gaya hidup. Sedangkan beli biasanya lebih cocok kalau kamu sudah punya arah tinggal yang jelas, ingin mulai membangun aset, dan siap dengan komitmen biaya jangka panjang.
Jadi, yang paling bijaksana bukan sekadar ikut tren, tetapi melihat kondisi hidup dan tujuan finansialmu saat ini. Kalau prioritasmu mobilitas dan efisiensi, sewa bisa jadi langkah yang realistis. Tapi kalau prioritasmu kestabilan dan kepemilikan aset, membeli bisa menjadi keputusan yang lebih strategis.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
Properti tusuk sate itu tidak laku, fakta atau mitos?
Mitos. Properti tusuk sate tidak otomatis sulit dijual, karena minat pasar tetap dipengaruhi banyak hal seperti harga, lokasi, akses, lebar jalan, kondisi bangunan, dan cara memasarkannya. Bahkan, dalam beberapa kasus, properti tusuk sate justru punya nilai lebih karena terlihat lebih menonjol, lebih mudah dikenali, dan punya visibilitas yang kuat dari arah jalan.
Jadi, yang menentukan laku atau tidaknya sebuah properti bukan hanya posisi tusuk sate semata, tetapi bagaimana properti itu dinilai secara keseluruhan. Jika lokasinya strategis, harga masuk akal, dan target marketnya tepat, properti tusuk sate tetap bisa menarik pembeli. Artinya, daripada langsung takut pada mitos, lebih bijak melihat potensi plus dan minusnya secara objektif.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
*Beli rumah jadi atau beli kavling, mana lebih untung?*
Jawabannya tergantung tujuan dan kesiapanmu. Rumah jadi biasanya lebih unggul untuk yang ingin praktis, bisa langsung ditempati, dan lebih mudah menghitung total biaya dari awal. Sementara kavling sering dianggap menarik bagi yang ingin fleksibel membangun sesuai kebutuhan, mengatur desain sendiri, atau mengejar potensi kenaikan nilai tanah dalam jangka panjang.
Kalau fokusmu adalah kenyamanan dan kecepatan pakai, rumah jadi biasanya lebih aman dipilih. Tapi kalau fokusmu investasi tanah, fleksibilitas bangun, dan visi jangka panjang, kavling bisa jadi pilihan yang menarik. Yang paling penting, jangan hanya lihat mana yang terlihat lebih murah—tetapi hitung juga biaya lanjutan, legalitas, akses lokasi, dan tujuan pembeliannya.
Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia
Notaris dan PPAT Itu Sama? Banyak Orang Masih Salah Paham
Dalam transaksi properti, Notaris dan PPAT bukan hal yang sama, walaupun dalam praktiknya satu orang bisa merangkap keduanya jika memang memiliki kewenangan. Notaris punya cakupan kerja yang lebih luas untuk membuat akta autentik berbagai perbuatan hukum, sedangkan PPAT lebih khusus menangani akta yang berkaitan dengan tanah dan bangunan, seperti jual beli, hibah, tukar-menukar, hingga pemberian hak tanggungan. ATR/BPN juga menjelaskan bahwa perbedaan utamanya ada pada ruang lingkup kewenangan.
Sederhananya, kalau bicara transaksi properti, PPAT memegang peran yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan proses peralihan hak atas tanah. Jadi, saat membeli atau menjual properti, jangan asal mengira semua dokumen cukup ditangani “notaris” saja. Pahami dulu fungsinya, supaya proses transaksi lebih tepat, aman, dan tidak salah langkah.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
Sertifikat Sudah Ada, Apakah Otomatis Aman?
BELUM TENTU . Sertifikat memang dokumen penting, tapi bukan berarti properti bisa langsung dianggap aman tanpa pengecekan lanjutan.
Yang tetap perlu dicek meski sertifikat sudah ada:
1. Keaslian dan pendaftaran sertifikat
Pastikan sertifikat benar-benar asli dan memang terdaftar di Kantor Pertanahan.
2. Kesesuaian data tanah
Cek apakah data fisik dan data yuridis pada sertifikat sesuai dengan kondisi dan arsip resminya.
3. Status blokir, sengketa, atau tanggungan
Tanah yang terlihat “aman” di atas kertas tetap perlu dicek apakah sedang diblokir, dalam sengketa, atau dijadikan jaminan. SKPT dari BPN memang dipakai untuk membantu mengecek status seperti ini sebelum jual beli.
4. Kesesuaian lokasi bidang tanah
ATR/BPN juga menyediakan Sentuh Tanahku untuk membantu masyarakat melihat informasi bidang tanah dan lokasi secara digital.
*Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia*
Rumah hadap barat, timur, utara, atau selatan memang bisa berpengaruh, tapi tidak selalu seperti mitos yang beredar. Yang paling terasa biasanya adalah soal paparan sinar matahari, suhu rumah, dan kenyamanan harian. Misalnya, rumah hadap barat sering terasa lebih panas pada sore hari karena menerima matahari lebih kuat.
Sebaliknya, rumah hadap timur biasanya mendapat sinar pagi yang lebih lembut, sehingga sering dianggap lebih nyaman oleh banyak orang.
Namun, arah hadap rumah bukan satu-satunya penentu bagus atau tidaknya sebuah properti. Ventilasi, desain bangunan, tinggi plafon, bukaan jendela, pepohonan, dan tata ruang juga sangat memengaruhi kenyamanan. Jadi, daripada hanya terpaku pada mitos arah rumah, lebih bijak melihatnya secara menyeluruh: bagaimana cahaya masuk, sirkulasi udara berjalan, dan apakah rumah itu cocok dengan kebutuhan penghuninya.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
Mengenal Istilah Fix Rate dan Floating Rate dalam Pembiayaan KPR
Dalam KPR, fix rate adalah suku bunga tetap untuk periode tertentu, sehingga cicilan terasa lebih pasti dan mudah diatur. Sebaliknya, floating rate adalah suku bunga mengambang yang bisa berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan bank, sehingga cicilan bisa naik atau turun. Banyak bank juga memakai skema kombinasi: beberapa tahun awal fixed, lalu setelah itu berubah menjadi floating.
Sederhananya, fix rate cocok untuk yang ingin kepastian cicilan, sedangkan floating rate perlu kesiapan menghadapi perubahan bunga di masa depan. Karena itu, saat melihat promo KPR, jangan hanya fokus pada bunga awal yang terlihat ringan. Pahami juga berapa lama masa fixed-nya, kapan mulai floating, dan bagaimana dampaknya ke cicilan setelah periode promo selesai.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
Take Over KPR Itu Solusi atau Jebakan?
Bisa jadi solusi, tapi bisa juga terasa seperti jebakan kalau tidak dipahami dengan benar. Secara sederhana, take over KPR adalah memindahkan fasilitas KPR dari bank lama ke bank baru, biasanya karena ingin bunga yang lebih ringan, cicilan lebih nyaman, atau skema pembiayaan yang lebih cocok. Beberapa bank juga menjelaskan bahwa take over bisa dipilih saat nasabah ingin berpindah dari KPR konvensional ke KPR syariah.
Yang perlu dipahami, take over KPR tidak cukup dilihat dari bunga promo awal saja. Tetap perlu menghitung biaya-biaya baru, masa fixed rate, bunga floating setelah promo, serta total cicilan jangka panjang. Jadi, take over KPR bisa menjadi solusi kalau membuat pembiayaan lebih sehat dan sesuai kondisi keuanganmu sekarang. Tapi kalau hanya tergiur angsuran awal yang terlihat ringan tanpa menghitung keseluruhan skemanya, justru bisa terasa seperti jebakan.
*Follow Brighton Channel : Info Properti Indonesia*
Ada kabar hangat untuk Jawa Timur: ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi direncanakan dibuka secara fungsional saat mudik Lebaran 2026 untuk membantu perjalanan pemudik. Di balik pembangunan ini, ada sisi manusiawi yang terasa kuat—mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi soal pulang dengan lebih aman, lebih lancar, dan punya lebih banyak waktu bersama keluarga.
Dari sisi properti, akses jalan tol seperti ini juga membawa harapan besar. Konektivitas yang semakin baik biasanya membuat suatu kawasan lebih mudah dijangkau, lebih dilirik, dan punya potensi perkembangan yang lebih besar ke depan. Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat musim mudik, tetapi juga bisa menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan properti di Jawa Timur.
*Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia.*
Takut KPR Ditolak Cuma Gara-Gara BI Checking? Ternyata Bank Lihat 5 Hal Ini
Banyak orang takut mengajukan KPR karena merasa semuanya ditentukan oleh BI Checking. Padahal sekarang yang digunakan adalah SLIK OJK, dan itu pun bukan satu-satunya penilaian. Dalam analisa kredit, bank umumnya juga melihat prinsip 5C.
Apa saja 5C dalam analisa kredit?
1. Character
Bank melihat karakter dan rekam jejak calon debitur, termasuk riwayat pembayaran kewajiban sebelumnya.
2. Capacity
Bank menilai kemampuan bayar, yaitu apakah penghasilan kamu cukup untuk menanggung cicilan KPR secara sehat.
3. Capital
Bank juga melihat kondisi keuangan atau modal yang kamu miliki, misalnya tabungan, aset, dan kesiapan dana pribadi.
4. Collateral
Jaminan juga menjadi pertimbangan, termasuk properti yang dibiayai dan nilainya.
5. Condition
Bank mempertimbangkan kondisi ekonomi, pekerjaan, usaha, atau sektor yang memengaruhi kemampuan bayar ke depan.
Jadi, BI Checking bukan segalanya.
Follow Brighton Channel
Lebih baik rumah besar di pinggir kota, atau kecil tapi dekat kota?
Ini adalah dilema yang cukup sering dialami oleh banyak milenial dan Gen Z saat ingin membeli properti pertama. Di satu sisi, rumah yang lebih besar di pinggir kota terasa lebih puas dari segi ukuran, harga per meter, dan potensi ruang untuk keluarga.
Tapi di sisi lain, properti yang lebih kecil namun dekat kota biasanya menawarkan akses yang lebih praktis ke tempat kerja, fasilitas umum, pusat aktivitas, dan gaya hidup yang lebih dinamis.
Karena itu, pilihan terbaik sebenarnya bukan soal mana yang lebih keren, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan hidupmu hari ini dan beberapa tahun ke depan. Kalau mobilitas dan efisiensi waktu jadi prioritas, dekat kota bisa lebih masuk akal.
Tapi kalau kamu lebih fokus pada ruang, kenyamanan, dan budget yang lebih optimal, area pinggir kota bisa jadi pilihan yang tepat. Kalau kamu sendiri, lebih pilih yang mana?
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia
*Rumah Primary VS Secondary, mana lebih bagus?*
Membeli rumah primary dan rumah secondary sama-sama punya kelebihan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Rumah primary biasanya cocok untuk yang ingin bangunan baru dari developer, kondisi fresh, dan skema pembayaran yang kadang lebih fleksibel.
Sementara rumah secondary bisa cocok untuk yang mencari lokasi yang sudah jadi, lingkungan yang sudah terbentuk, dan unit yang siap dilihat kondisi nyatanya.
Karena itu, yang paling penting bukan sekadar memilih yang mana lebih bagus, tetapi mana yang lebih cocok untuk kamu — dari sisi budget, lokasi, tujuan beli, sampai kesiapan jangka panjang.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia yang singkat, relevan, dan mudah dipahami setiap hari.
💳 Sebelum Bank Menyetujui Pinjaman, Bank Akan Melihat Status Kredit Anda
Saat mengajukan pinjaman seperti KPR atau kredit lainnya, bank akan menganalisa riwayat pembayaran kredit Anda.
Riwayat ini disebut kolektibilitas kredit .
Berikut penjelasannya :
🟢 Collect 1 – Lancar
Pembayaran selalu tepat waktu.
🟡 Collect 2 – Dalam Perhatian Khusus
Telat bayar 1–90 hari.
🟠 Collect 3 – Kurang Lancar
Telat bayar 91–120 hari.
🔴 Collect 4 – Diragukan
Telat bayar 121–180 hari.
⚫ Collect 5 – Macet
Telat bayar lebih dari 180 hari.
💡 Tips:
Usahakan kredit tetap di Collect 1, karena mempengaruhi persetujuan pinjaman di bank.
Follow Brighton Channel – Info Properti ,Edukasi properti, KPR
RUMAH WARISAN tidak bisa DIJUAL ?
Banyak orang percaya begitu.
Padahal… itu hanya MITOS
Rumah warisan bisa dijual, asalkan status kepemilikannya sudah jelas.
Yang sering membuat proses terasa ribet sebenarnya bukan rumahnya, tetapi dokumen warisnya belum dibereskan.
Menurut ATR/BPN, tanah atau rumah warisan dapat dijual setelah sertipikat sudah tercatat atas nama para ahli waris.
📌 Dokumen yang perlu disiapkan:
* Surat kematian pewaris
* Surat keterangan waris
* KTP & KK para ahli waris
* Sertipikat asli properti
💡 Tips penting:
Selesaikan dulu proses legalitas warisnya.
Kalau dokumen sudah rapi, proses jual rumah biasanya jauh lebih lancar dan aman.
Tidak cuma nikah yang perlu akad, ternyata properti juga perlu AJB.
Dalam transaksi properti, AJB (Akta Jual Beli) adalah dokumen penting yang membuktikan bahwa jual beli benar-benar terjadi dan dibuat secara resmi oleh PPAT.
AJB juga menjadi dasar untuk proses balik nama sertipikat ke pemilik baru.
Jadi, AJB bukan sekadar formalitas. Fungsinya adalah memberi kejelasan hukum, memperkuat bukti transaksi, dan membantu memastikan proses kepemilikan bisa tercatat resmi.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk konten properti yang singkat dan mudah dipahami setiap hari.
Ada yang Lebih Mahal dari Biaya Beli Properti
Banyak orang bilang harga rumah mahal. Itu benar. Tapi yang sering tidak disadari, kebiasaan menunda justru bisa membuat harga itu terasa semakin tidak terjangkau.
Dalam properti, penundaan juga biaya. Semakin lama menunggu, semakin besar kemungkinan harga naik, pilihan berkurang, dan peluang terbaik lewat begitu saja. Kadang yang membuat properti terasa makin jauh bukan hanya harganya, tapi karena terlalu lama ditunda.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update properti Indonesia yang singkat, relevan, dan mudah dipahami setiap hari.
Kamu Boleh Menunda Beli Properti.
Hanya jika konsekuensi ini bisa kamu terima.
1. Properti yang dibeli bisa semakin jauh dari pusat kota
Harga tanah di area strategis cenderung terus naik. Akibatnya, dengan budget yang sama, pilihan properti yang dulu masih bisa didapat di lokasi yang cukup dekat kota, ke depannya bisa bergeser ke area pinggiran.
2. Properti yang dibeli semakin tinggi keatas
Harga properti yang terus naik, jika tetap ingin mendapatkan lokasi yang baik, pilihan properti menjadi terbatas. Alhasil, di beberapa area strategis, rumah tapak semakin sulit dijangkau dan pilihan yang realistis akhirnya hanya apartemen, bukan properti dengan tanah.
3. Properti yang dibeli bisa semakin kecil ukurannya
Karena harga tanah terus meningkat, developer dan pasar menyesuaikan produk dengan ukuran yang lebih kecil agar tetap masuk ke budget pembeli. Jadi, dengan budget yang sama, luas properti yang didapat di masa depan menjadi lebih kecil dibanding hari ini.
Itulah sebabnya membeli properti bukan hanya soal “siap sekarang atau belum”, tetapi juga soal menjaga kesempatan mendapatkan lokasi, harga, dan ukuran yang masih masuk akal.
Follow Brighton Channel : Info Properti untuk update informasi properti Indonesia setiap hari.
Biaya yang Perlu Disiapkan Saat Menjual Rumah
Banyak orang mengira saat menjual rumah akan menerima harga jual secara penuh. Padahal ada beberapa biaya yang perlu diperhitungkan.
1️⃣ Komisi Agen Properti
Biasanya sekitar 2–5% dari harga jual
2️⃣ Pajak Penjualan (PPh)
Sebesar 2,5% dari nilai transaksi / nilai validasi pemerintah daerah.
3️⃣ Biaya Akta Jual Beli (AJB)
Sekitar 0,5% dari nilai transaksi.
4️⃣ Biaya Administrasi & Notaris
Meliputi beberapa proses seperti:
* IJB / Kuasa Jual (jika diperlukan)
* Checking sertifikat
* Validasi pajak
* Pengurusan dokumen lainnya
5️⃣ Biaya Tambahan Tertentu (Jika Ada)
Contohnya:
* Roya (jika sertifikat pernah dijaminkan ke bank)
* NIB (Nomor Induk Bidang Tanah)
* Biaya pengalihan developer jika properti masih atas nama developer.
💡 Tips:
Sebelum menjual rumah, bisa menghubungi agen Brighton untuk membantu Anda
🏡 Membeli rumah bukan hanya soal harga rumahnya.
Dalam proses transaksi properti, ada beberapa komponen biaya yang perlu dipersiapkan oleh pembeli seperti pajak pembelian, biaya notaris, proses balik nama, dan biaya bank jika menggunakan KPR.
Dengan memahami komponen biaya sejak awal, proses membeli rumah bisa berjalan lebih lancar dan terencana.
✨ Ikuti Brighton Channel untuk tips dan edukasi properti lainnya.
Aset yang Baik Bekerja untuk Anda
Banyak orang bekerja setiap hari untuk mendapatkan penghasilan.
Namun orang yang memahami investasi mulai membangun aset yang juga bekerja untuk mereka.
Salah satu aset yang memiliki potensi seperti itu adalah properti.
Properti dapat menghasilkan:
* Income dari sewa
* Potensi kenaikan nilai aset
* Cashflow jangka panjang
Artinya, ketika aset yang tepat dimiliki,
penghasilan tidak hanya datang dari kerja kita,
tetapi juga dari aset yang kita bangun.
Mulailah berpikir bukan hanya bekerja untuk uang,
tetapi juga membangun aset yang menghasilkan dengan investasi properti yang tepat.
🏠 Rumah Warisan Tanpa Surat Wasiat
Jika seseorang meninggal dunia tanpa meninggalkan surat wasiat, pembagian harta warisan biasanya mengikuti ketentuan hukum waris yang berlaku di Indonesia.
Ada beberapa sistem hukum waris :
* Hukum Waris Perdata (KUHPerdata)
* Hukum Waris Islam
* Hukum Waris Adat
Untuk properti seperti rumah atau tanah, biasanya perlu dibuat Surat Keterangan Waris yang menjelaskan siapa saja ahli waris yang berhak.
Dokumen ini penting agar:
✔ Status ahli waris jelas
✔ Proses balik nama dapat dilakukan
✔ Transaksi properti dapat berjalan secara legal
Memahami proses ini sejak awal dapat membantu menghindari konflik dan memperlancar transaksi properti
🏠 Rumah Warisan Bisa Langsung Dijual?
Banyak yang mengira rumah warisan bisa langsung dijual begitu saja.
Namun dalam praktiknya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Jika pemilik sudah meninggal dan sertifikat masih atas nama beliau, biasanya perlu dilakukan proses penetapan ahli waris dan balik nama sertifikat kepada ahli waris terlebih dahulu, sebelum transaksi jual beli dapat dilakukan secara resmi di hadapan notaris / PPAT.
Hal ini penting agar status kepemilikan jelas secara hukum, sehingga proses penjualan dapat berjalan aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
💡 Tips Properti:
Sebelum menjual rumah warisan, pastikan:
✔ Status ahli waris sudah jelas
✔ Ada persetujuan dari semua ahli waris
✔ Dokumen waris sudah lengkap
Ikuti Brighton Channel untuk berbagai edukasi seputar dunia properti.
Apa Itu PPJB Saat Membeli Properti dari Developer?
PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)
adalah perjanjian hukum antara pembeli dan developer sebagai pengikat transaksi sebelum dilakukan AJB ( Akta Jual Beli ).
🧭 Kenapa Harus PPJB?
Karena pada tahap awal:
✅ Bangunan masih dalam pembangunan
✅ Sertifikat belum siap di-AJB-kan
✅ Pemecahan SHM/Strata masih proses
✅ Unit belum bisa balik nama
Maka transaksi diikat terlebih dahulu melalui PPJB.
📌 Isi Penting Dalam PPJB
Biasanya mencakup:
✔ Identitas pembeli & developer
✔ Detail unit properti
✔ Harga & metode pembayaran
✔ Jadwal pembangunan
✔ Waktu serah terima
✔ Denda & kewajiban kedua pihak
✔ Ketentuan pembatalan
⚠️ PPJB Itu Bukan Sertifikat
Banyak pembeli salah paham.
PPJB ≠ Sertifikat Kepemilikan. PPJB adalah:
✅ Dokumen legal kuat
✅ Dasar pengajuan KPR
✅ Bukti unit tidak bisa dijual ke pihak lain
Masih sering dengar istilah IMB?
Sejak 2021, IMB resmi diganti menjadi PBG
(Persetujuan Bangunan Gedung).
Perbedaannya:
* IMB = izin sebelum membangun
* PBG = persetujuan teknis sesuai tata ruang & standar bangunan
Sekarang sistemnya lebih terstruktur dan berbasis standar teknis.
SHM vs SHGB — Apa Bedanya?
Dalam properti, detail kecil bisa berdampak besar.
SHM adalah hak milik penuh tanpa batas waktu.
SHGB adalah hak guna bangunan dengan jangka waktu tertentu.
Keduanya legal.
Namun kekuatan dan jangka waktunya berbeda.
Sebelum memutuskan membeli, pastikan Anda memahami jenis sertifikatnya.
#BrightonRealEstate #EdukasiProperti